Pernah nggak sih Instamate bertanya, “Kenapa hasil cetakan yang satu warnanya awet banget, tapi yang lain cepat pudar?” Jawaban jujurnya simpel: jenis tintanya beda. Nah, biar kamu nggak salah langkah, artikel ini langsung to the point membahas jenis tinta digital printing dan kegunaannya, lengkap dengan contoh produk yang bisa dibeli dan dicustom di Instaprint.
Di dunia digital printing—apalagi kalau kamu sering cetak banner, stiker, merchandise, atau kebutuhan promosi—tinta itu ibarat bensin. Desain boleh keren, mesin boleh mahal, tapi kalau tintanya salah? Ya… wassalam. Jadi, yuk kita mulai dari yang paling penting dulu, baru nanti detailnya nyusul santai tapi tetap masuk akal.
Kenapa Jenis Tinta Digital Printing Itu Penting Banget?
.png)
Sebelum kita masuk ke nama-nama tinta yang kadang terdengar seperti jurusan kimia, kita lurusin dulu satu hal penting.
Tinta menentukan hasil akhir cetakan, mulai dari warna, ketahanan, sampai kecocokannya dengan media.
Misalnya, tinta tertentu cocok buat indoor tapi akan menyerah kalah kalau dijemur matahari. Ada juga tinta yang nempel kuat di bahan keras seperti akrilik atau UV board, tapi nggak cocok buat kaos. Di Instaprint, pemilihan tinta ini selalu disesuaikan dengan produk—entah itu banner, stiker, poster, canvas, sampai merchandise custom.
Beberapa poin krusial yang harus kamu tahu sejak awal:
-
Tinta memengaruhi ketahanan warna
-
Tinta menentukan jenis media yang bisa dicetak
-
Tinta berpengaruh ke harga dan kualitas akhir
Nah, kalau begitu… jenis tinta apa saja sih yang umum dipakai di digital printing?
Tinta Dye: Jago Warna Tajam untuk Kebutuhan Indoor
.png)
Kita mulai dari yang paling sering ditemui dan relatif ramah di kantong: tinta dye. Tinta ini berbasis air dan terkenal dengan warna yang cerah, tajam, dan halus. Kalau kamu pernah cetak poster foto yang warnanya kelihatan “hidup”, besar kemungkinan itu pakai tinta dye.
Tinta dye paling cocok untuk kebutuhan indoor, karena sifatnya yang kurang tahan terhadap sinar UV dan air.
Tapi jangan salah, untuk pemakaian di dalam ruangan, hasilnya juara.
Di Instaprint, tinta dye biasanya digunakan untuk:
-
Poster indoor
-
Foto cetak kualitas tinggi
-
Art paper dan photo paper
Tapi, kalau tintanya berbasis air dan kurang tahan cuaca, lalu tinta apa yang cocok untuk outdoor?
Tinta Pigment: Lebih Tahan Lama dan Lebih Kuat
.png)
Kalau tinta dye itu ibarat kopi susu yang lembut, tinta pigment adalah kopi hitam tanpa gula—lebih kuat, lebih tahan banting. Tinta ini punya partikel warna yang lebih besar dan nggak mudah larut, sehingga hasil cetaknya lebih awet dan tahan pudar.
Tinta pigment sering dipakai untuk cetakan yang butuh daya tahan lebih lama, baik indoor maupun semi-outdoor.
Warna memang sedikit lebih kalem dibanding dye, tapi ketahanannya juara.
Produk Instaprint yang cocok pakai tinta pigment antara lain:
-
Poster promosi jangka panjang
-
Art print
-
Materi branding indoor
Buat kamu yang pengin hasil cetak tahan lama tapi tetap detail, tinta pigment sering jadi pilihan aman.
Tapi tunggu dulu… bagaimana dengan cetakan outdoor yang kena panas dan hujan langsung setiap hari?
Tinta Solvent & Eco Solvent: Andalan Dunia Outdoor
.png)
Nah, ini dia bintangnya dunia digital printing outdoor. Tinta solvent dan eco solvent dirancang khusus untuk tahan cuaca ekstrem.
Panas matahari? Hujan? Angin? Masih aman.
Perbedaannya, tinta eco solvent lebih ramah lingkungan dan baunya nggak se-“nyegrak” tinta solvent biasa.
Hasil warnanya juga lebih halus, makanya sekarang eco solvent lebih sering dipakai.
Di Instaprint, tinta ini jadi tulang punggung untuk produk seperti:
-
Banner
-
Spanduk
-
Stiker outdoor
-
Wall branding
Buat bisnis yang sering main di area Tangerang dan sekitarnya, kebutuhan digital printing hampir pasti nggak bisa lepas dari tinta jenis ini. Apalagi untuk promosi luar ruangan.
Tapi… bagaimana kalau medianya bukan kertas atau vinyl, melainkan bahan keras seperti akrilik atau kayu?
Tinta UV: Nempel di Hampir Semua Media
.png)
Kalau kamu pernah lihat cetakan langsung di akrilik, kaca, atau UV board tanpa laminasi ribet, besar kemungkinan itu pakai tinta UV.
Tinta ini dikeringkan menggunakan sinar ultraviolet, jadi langsung kering dan super kuat.
Keunggulan tinta UV bukan cuma di daya tahannya, tapi juga fleksibilitas medianya.
Mau cetak di bahan keras? Bisa. Mau hasil doff atau glossy? Bisa juga.
Produk Instaprint yang sering menggunakan tinta UV:
-
Akrilik display
-
Signage
-
Plakat custom
-
UV board promosi
Banyak klien corporate suka tinta ini karena hasilnya kelihatan eksklusif dan profesional.
Cocok buat kamu yang pengin branding kelihatan niat, bukan asal tempel.
Tapi kalau kita bicara soal kaos dan tekstil, jelas beda cerita.
Jadi, tinta apa yang dipakai untuk kain?
Tinta Sublimasi & DTG: Jagonya Dunia Tekstil
.png)
Untuk produk berbahan kain, dunia digital printing punya dua jagoan utama: tinta sublimasi dan DTG (Direct to Garment).
Tinta sublimasi bekerja dengan panas dan menyatu langsung ke serat kain (biasanya polyester).
Hasilnya awet, nggak pecah, dan nyaman dipakai.
Sementara DTG lebih fleksibel untuk bahan katun dan cocok untuk desain full color dengan detail tinggi.
Di Instaprint, kedua tinta ini digunakan untuk:
-
Merchandise tekstil lainnya
Kalau kamu tipe yang sering pegang kaos event dan mikir, “Ini sablonnya kok enak disentuh ya?” besar kemungkinan itu hasil dari teknik ini.
Nah, setelah tahu semua jenis tintanya, Memilih tinta itu sebenarnya nggak ribet, asal tahu kebutuhan.
Di Instaprint, proses ini biasanya dibantu langsung oleh tim produksi supaya kamu nggak salah pilih.
Semua produk bisa dibeli dan dicustom di digital printing tangerang Instaprint, mulai dari ukuran, bahan, sampai jenis tintanya.
Tinggal bilang kebutuhanmu, sisanya biar tim Instaprint yang mikir.
Dan sekarang pertanyaannya… kamu mau cetak apa hari ini, dan sudah siap pilih tinta yang paling pas untuk hasil maksimal?![]()



