Pernah nggak sih Instamate berdiri di depan layar HP sambil mikir, “Aku butuh cetak cepat tapi kok pilihannya ribet banget?” Jawaban singkatnya gini: digital printing itu cepat, fleksibel, cocok untuk jumlah sedikit maupun banyak; offset printing itu juara kalau cetaknya banyak dan mau harga per lembar makin murah. Nah, itu intinya. Kalau kamu cuma mau jawaban kilat, sampai sini pun sebenarnya cukup. Tapi kalau kamu pengen benar?benar paham, yuk kita bongkar pelan?pelan sambil ngopi.
Apa Itu Offset Printing?
.png)
Offset printing adalah metode cetak yang menggunakan plat (biasanya aluminium) untuk memindahkan tinta ke kertas melalui rol. Prosesnya lebih panjang, lebih teknis, dan jelas nggak bisa dadakan. Tapi jangan salah—hasilnya terkenal stabil dan efisien untuk cetakan dalam jumlah besar.
Offset sering dipakai untuk cetak buku, majalah, kalender, brosur ribuan lembar, hingga kemasan produk skala besar.
Sekali mesin jalan, biaya per lembarnya bisa turun drastis. Makanya, semakin banyak jumlah cetakan, semakin masuk akal pakai offset.
Kalau digital printing itu mie instan, offset printing lebih mirip masak rendang buat satu kampung. Ribet di awal, tapi begitu jadi, semua kebagian dan biayanya jadi masuk akal. Warna bisa sangat konsisten, pilihan kertas lebih luas, dan hasilnya punya karakter khas yang disukai banyak brand besar.
Namun, offset bukan tanpa kompromi. Waktu produksi lebih lama, biaya awal lebih tinggi, dan kurang fleksibel untuk perubahan mendadak. Jadi sebelum memilih, kamu perlu tahu perbedaan paling mendasarnya dulu. Sebenarnya apa saja perbedaan utama antara digital printing dan offset printing kalau dilihat secara praktis?
Perbedaan Digital Printing vs Offset Printing
.png)
Supaya nggak cuma teori, mari kita bandingkan keduanya dalam bentuk yang lebih membumi.
| Aspek | Digital Printing | Offset Printing |
|---|---|---|
| Jumlah Cetak | Sedikit sampai sangat banyak | Menengah sampai sangat banyak |
| Waktu Produksi | Cepat, bisa same day | Lebih lama karena setup |
| Biaya Awal | Rendah | Tinggi (plat & setup) |
| Revisi Desain | Mudah dan fleksibel | Sulit dan mahal |
| Konsistensi Warna | Sangat baik | Sangat stabil untuk volume besar |
| Cocok Untuk | Poster, stiker, custom item | Buku, brosur massal, majalah |
Dari sini biasanya orang mulai manggut?manggut. Tapi tetap ada satu pertanyaan klasik yang selalu muncul: “Kalau dari segi untung ruginya, pilih yang mana?” Nah, sekarang kita masuk ke bagian kelebihan dan kekurangannya. Apa sebenarnya kelebihan digital printing dibanding offset printing?
Kelebihan Digital Printing yang Paling Terasa
.png)
Digital printing unggul di kecepatan dan fleksibilitas. Ini alasan kenapa banyak UMKM, event organizer, sampai brand online shop jatuh cinta pada metode ini. Di Instaprint, mayoritas order harian datang dari kebutuhan yang sifatnya cepat dan custom.
Beberapa poin penting yang paling sering dirasakan pelanggan antara lain:
-
Proses cepat tanpa ribet setup panjang, cocok untuk deadline mepet.
-
Bisa cetak jumlah sedikit tanpa bikin dompet menjerit.
-
Desain bisa beda?beda tiap lembar, ideal untuk personalisasi.
Dengan digital printing, kamu bisa cetak stiker nama anak untuk ulang tahun, kartu nama personal, sampai poster promo musiman tanpa harus mikir “sisa stok”. Dan ya, semua itu bisa dicustom dan dibeli langsung di digital printing tangerang Instaprint dengan pilihan bahan yang cukup lengkap—dari art paper, vinyl, sampai chromo dll.
Tapi tentu saja, nggak ada metode yang sempurna. Di balik fleksibilitasnya, digital printing juga punya keterbatasan tertentu. Kalau begitu, apa kekurangan digital printing yang perlu kamu pertimbangkan sebelum memilih?
Kekurangan Digital Printing yang Jarang Dibahas
Digital printing memang praktis, tapi bukan berarti selalu paling ekonomis. Untuk jumlah cetak yang sangat besar, biaya per lembarnya cenderung stagnan. Artinya, cetak 1 atau 100 lembar mungkin terasa murah, tapi cetak 10.000 lembar? Dompet bisa minta ampun.
Selain itu, meskipun kualitasnya tinggi, ada beberapa jenis kertas dan tinta khusus yang lebih maksimal jika dicetak dengan offset.
Buat brand yang sangat ketat soal konsistensi warna dalam volume besar, offset masih sering jadi pilihan.
Makanya, di Instaprint kami biasanya akan tanya balik: kebutuhan kamu apa, deadline kapan, dan jumlah berapa. Bukan sok cerewet, tapi biar nggak salah metode. Nah, setelah tahu sisi digital printing, sekarang adil dong kalau kita bahas offset printing dari sisi plus minusnya juga.
Apa kelebihan offset printing yang bikin metode ini tetap bertahan?
Kelebihan Offset Printing untuk Skala Besar
.png)
Offset printing unggul di efisiensi jangka panjang. Begitu setup selesai, mesin bisa mencetak ribuan lembar dengan kualitas yang konsisten. Untuk proyek besar seperti buku, katalog, atau brosur nasional, metode ini terasa jauh lebih masuk akal.
Kelebihan lain yang sering diapresiasi adalah fleksibilitas bahan dan tinta. Warna Pantone, tinta khusus, dan jenis kertas tertentu bisa tampil lebih maksimal dengan offset. Buat brand besar, detail kecil seperti ini bisa berdampak besar ke citra.
Namun, semua kelebihan ini datang dengan harga—secara harfiah. Setup awal mahal dan waktu produksi lebih panjang. Jadi, offset bukan solusi instan. Kalau offset sekuat itu di cetakan massal, apa sisi lemahnya yang sering bikin orang ragu?
Kekurangan Offset Printing yang Perlu Diwaspadai
Offset printing kurang bersahabat untuk kebutuhan cepat dan jumlah kecil. Revisi desain di tengah jalan bisa jadi mimpi buruk kecil, dan biaya awalnya sering bikin UMKM mikir dua kali.
Selain itu, kalau kamu tipe yang sering ganti desain atau butuh cetak bertahap, offset bisa terasa kaku. Di sinilah digital printing biasanya menang telak. Jadi, setelah melihat dua sisi mata uang ini, pertanyaannya tinggal satu: kapan sebaiknya kamu pilih digital printing, dan kapan offset printing lebih masuk akal?
Memilih Digital atau Offset: Soal Kebutuhan, Bukan Gengsi
.png)
Kalau kamu butuh cetak cepat, jumlah fleksibel—digital printing adalah teman terbaikmu. Sebaliknya, kalau proyekmu besar, jumlahnya ribuan, dan waktunya masih longgar, offset bisa jadi investasi yang lebih hemat dalam jangka panjang.
Intinya, jangan pilih metode hanya karena katanya “lebih bagus”. Pilih karena sesuai kebutuhan. Dan kalau masih bingung, ngobrol aja dulu. Kadang solusi terbaik datang dari diskusi sederhana, bukan dari brosur tebal.
Sekarang pertanyaannya tinggal satu: dari semua kebutuhan cetak kamu hari ini, mana yang paling ingin kamu wujudkan dulu—dan mau pakai metode apa biar hasilnya maksimal?![]()



